Selasa, 31 Desember 2013

Senin, 24 Desember 2012

Program Beasiswa Yatim Berprestasi

Anak yatim adalah mereka yang ditinggal mati bapaknya sebelum dia baligh. Didalam ajaran Islam, mereka mendapat perhatian khusus melebihi anak-anak yang wajar yang masih memiliki kedua orang tua. Islam memerintahkan kaum muslimin untuk senantiasa memperhatikan nasib mereka, berbuat baik kepada mereka, mengurus dan mengasuh mereka sampai dewasa.  Islam juga memberi nilai yang sangat istimewa bagi orang-orang yang benar-benar menjalankan perintah ini.
Secara psykologis, orang dewasa sekalipun apabila ditinggal ayah atau ibu kandungnya pastilah merasa tergoncang jiwanya, dia akan sedih karena kehilangan salah se-orang yang sangat dekat dalam hidupnya. Orang yang selama ini menyayanginya, memperhatikannya, menghibur dan menasehatinya. Itu orang yang dewasa, coba kita bayangkan kalau itu menimpa anak-anak yang masih kecil, anak yang belum baligh, belum banyak mengerti tentang hidup dan kehidupan, bahkan belum mengerti baik dan buruk suatu perbuatan, tapi ditinggal pergi oleh Bapak atau Ibunya untuk selama-lamanya.
Betapa agungnya ajaran Islam, ajaran yang universal ini menempatkan anak yatim dalam posisi yang sangat tinggi, Islam mengajarkan untuk menyayangi mereka dan  melarang melakukan tindakan-tindakan yang dapat menyinggung perasaan mereka. Banyak sekali ayat-ayat Al-qur’an dan hadits-hadits Nabi saw yang menerangkan tentang hal ini. Dalam surat Al-Ma’un misalnya, Allah swt berfirman:
(( أرأيت الذي يكذب بالدين ، فذلك الذي يدع اليتيم ، ولا يحض على طعام المسكين ))
.
“Tahukah kamu orang yang mendustakan Agama, itulah orang yang menghardik anak  yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin “
{QS. Al-ma’un : 1-3}
Orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan kepada fakir miskin, dicap sebagai pendusta Agama yang ancamannya berupa api neraka. Dalam ayat lain, Allah juga berfirman :
(( فأما اليتيم فلا تقهر ، وأما السا ئـل فلا تنهر ))
“Maka terhadap anak yatim maka janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap   pengemis janganlah menghardik”.{QS.  Ad-Dhuha : 9 – 10 )
Sedangkan hadits-hadits Nabi saw yang menerangkan tentang keutamaan mengurus anak yatim diantaranya sabda beliau :
أنا وكافل اليتيم فى الجنة هكذا وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئا
(رواه البخاري ، كتاب الطلاق ، باب اللعان )
Aku dan pengasuh anak yatim berada di Surga seperti ini, Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah-nya dan beliau sedikit  merengganggangkan kedua jarinya

Santunan Beasiswa Yatim Berprestasi

Pada tanggal 20 desember 2012 LAZISH Amanatul Ummah kembali melu santunan Beasiswa Anak Yatim Berprestasi. Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah memberikan nikmat-nikmatNya sehingga acara ini berjalan dengan lancar tanpa satu hambatan apapun.
   SDN 19 Poso dan SDN 23 Poso adalah target program LAZISH  kali ini. Acara dimulai dari penyampaian tujuan Program LAZISH Amanatul Ummah oleh direktur LAZISH  beliau mengatakan bahwa tujuan program ini adalah untuk mendorong anak yatim agar meningkatkan prestasinya siapa yang tahu jika ia kelak menjadi pemimpin di negeri ini. Janganlah ketiadaan sosok seorang ayah menjadi hambatan dalam meraih prestasi karena masih ada para donatur LAZISH yang siap membantu kalian.

Akhir kata kami ucapkan Jazakumullah khairon katsiro kepada para donatur. Semoga bapak ibu para donatur diberikan ganjaran pahala yang berlipatganda oleh  Allah ‘Azza wajalla dan rejekinya menjadi barokah. Amiin..