Senin, 06 Februari 2012

Lazish Amanatul Ummah Peduli Sesama

Alhamdulillah, syukur kita haturkan kepada Allah Subhanahu Wata'ala, pada hari sabtu, 28 januari 2012 LAZISH AMANATUL UMMAH kembali hadir  menyapa fakir miskin yang tersebar diwilayah Tabalu dan sebagian muallaf diwilayah Kasiguncu.  Masjid Al Muhajirin Tabalu Poso Pesisir Selatan, terlihat begitu beda di bandingkan  hari-hari sebelumnya, karena ba'da ashar para tamu undangan dari kalangan fakir miskin dan tamu undangan dari para calon donatur, mendatangi masjid tepat dengan jadwal yang tertera di surat undangan.
Sebelum memberikan santunan kepada masyarakat miskin, petugas LAZISH AMANATUL UMMAH terlebih dulu berkunjung kepada salah satu tokoh masyarakat, untuk mengutarakan kegiatan kami, dan meminta kesediaannya untuk mengundang imam Masjid Al Muhajirin serta ketua RT setempat. Kedatangan kami disambut oleh tokoh masyarakat dengan baik.
Setelah sambutan disampaikan Bpk.Andi Ali Miftah(Direktur LAZISH AMANATUL UMMAH), acara dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh Bpk.H.Adnan Arsal S.Ag.( Ketua Yayasan Wakaf Amanatul Ummah), guna mengingatkan kepada kita semua bahwa harta yang kita punya adalah titipan dari Allah dan terdapat hak orang miskin didalamnya yang harus kita keluarkan dalam bentuk infaq,shodaqoh terkhusus zakat. sehingga harta yang kita miliki menjadi thohurun(bersih).
Untuk memperkuat rasa kekeluargaan,persaudaraan dalam islam, pemberian santunan terlebih dahulu diberikan secara simbolis oleh Bpk.H.Tukiman (imam Masjid Al Muhajirin), oleh Bpk.H.Adnan Arsal S.Ag. dan oleh Bpk.Andi Ali Miftah. Setelah itu santunan diberikan secara keseluruhan oleh pengurus LAZISH AMANATUL  UMMAH kepada fakir miskin yang menghadiri acara tersebut.
Suasana Kegiatan Santunan di Masjid Al-Muhajirin Tabalu

Para Pengurus LAZISH sedang melakukan persiapan santunan

Suasana di dalam Masjid Al-Muhajirin Tabalu

Penyerahan Santunan secara simbolis oleh Imam Masjid Al-Muhajirin Tabalu

Selain sesama muslim siapa lagi yang akan memperhatikan mereka ?
Kegiatan diatas dapat berjalan dengan lancar atas Izin dari Allah Ta'ala serta bantuan dari para donatur. Akhirnya kami dari pengurus LAZISH AMANATUL  UMMAH mengucapakan Jazakumullah khairan katsira, mudah-mudahan Allah Ta'ala memberikan kemudahan dalam mencari rezki sehinggan bisa menambah infaq,shodaqoh dan zakat pada bulan yang akan datang. Amiin.

Selasa, 24 Januari 2012

Sedekah Terbaik Seorang Pedagang Nasi

Sedekah terbaik yang dilakukan eorang pedagang nasi bernama Imam Syafi'i di Surabaya yang biasanya mendapat untung hanya rata-rata Rp 10.000 setiap hari. Suatu hari, di bulan Januari 2007, setelah mendengarkan tausiyah dari seoraqng ustadz tentang keutamaan sedekah, dia dan istriya tergerak hati untuk menyedekahkan seluruh uang tabungan yang mereka miliki, yaitu hanya Rp 1 juta.
Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar kontrakan rumah, rekening listrik, biAya sekolah anaknya dan lain-lainnya. Akan tetapi akhirnya dengan penuh keyakinan mereka menyedekahkan seluruh uang tersebut. Uang yang bagi mereka sangat besar dan sangat berarti karena menyangkut kepastian hidup bernaung dan sekolah anak-anaknya juga.

Satu minggu berlalu, tidak ada jawaban apa-apa terhadap sedekah yang mereka keluarkan. Dua bulan kemudian, mereka mulai goyah dengan keyakinannya tentang sedekah. Sebab uang tersebut merupakan cadangan satu-satunya yang mereka punyai untuk berbagai keperluan rumah tangganya.
Istrinya sempat ingin meminjam uang kepada tetangga, namun suaminya melarangnya."Kalaupun kita diusir dari rumah kontrakan gara-gara sedekah, mengapa kita tidak mengadu kepada Alloh bu?."Begitu kata suaminya.
Benar saja, tidak berapa lama kemudian, pedagang nasi itu ditunjuk sebagai koordinator catering korban lumpur Lapindo. Setiap hari dia mendapat order Rp 30 juta. Apabila mengambil untung 5 % saja, dalam dua bulan mereka sudah mendapat untung Rp 90 juta.! "Sejak saat itulah kami merasa rejeki kami terus mengalitr. Kami yakin ini juga berkat doa santri-santri Al Qur'an yang turut kami santuni," kata Imam Syafi'i.

Bulan Nopember 2007, pedagang nasi itu telah menandatangani kontrak Rp 20 Milyar yakni untuk menyediakan catering dari Group Bakrie. Kini dalam waktu setahun mereka telah berkembang menjadi tiga perusahaan yaitu PT.Diana (catering), PT.Kurnia (perusahaan lata catering) dan PT.Prakoso (supplier produksi catering). Usaha catering mereka bahkan ditabelkan sebagai terbesar kedua di Surabaya. Sebanyak 120 karyawan bekerja di tiga perusahaan tersebut.

Selain itu, sebagai wujud rasa syukur, tahun lalu dia menghajikan 13 anggota keluarga besarnya, termasuk anaknya. Sedekah tetap mereka jalankan karena mereka merasa bahwa kekayaan yang mereka miliki berkat dari sedekah 1 juta dulu, cadangan uang satu-satunya yang mereka miliki. Tidak mudah bagi siapapun menyedekahkan uang yang baginya sangat berarti, sangat diandalkan bagi kelangsungan hidup usaha dan tempat bernaungnya termasuk kelanjutan sekolah anak-anaknya.

Tapi itulah rezeki Imam Syafi'i, seseorang yang telah melakukan sedekah terbaik yang mereka punyai, yang telah mengangkat harkat dan martabat keluarganya yang tadinya miskin dan kini telah berubah drastis. Rezeki itu memacu cepat perkembangan usahanya. subhanalloh....

Membuktikan Dahsyatnya sedekah


’Bagaimana ya Pak, dagangan saya sepi. Belum bisa bayaran sekolah,’’ seorang
perempuan wali murid beberapa hari lalu mengadu ke Daru Sulistyo, Kepala
Sekolah Sekolah Menengah kejuruan (SMK) BPS&K Bekasi, Jawa Barat.
Sudah tiga bulan terakhir anaknya nunggak bayaran, hingga ia menghadap
kepala sekolah untuk minta keringanan.
’Ya, sudah, Ibu usaha dulu, saya kasih tahu caranya,’’ kata Daru sambil menyodorkan sebuah buku bersampul merah maron berjudul Dahsyatnya Sedekah. ‘’Ibu baca kisah-kisah di buku ini, lalu coba ikuti, insya Allah nanti dapat jalan keluar. Tapi nanti kalau sudah selesai kembalikan lagi bukunya ya, soalnya ini pemberian adik saya,’’ tutur Daru, warga Perumahan PAM Jatibening. Meski tampak ragu, perempuan tersebut menurut. ‘’Baik Pak, nanti saya coba.

Terima kasih,’’ katanya lantas berpamitan. Dua pekan kemudian, si ibu datang lagi ke ruangan Kepsek SMK BPS&K Bekasi. Kali ini, wajahnya sumringah, tidak kusut seperti dulu. Begitu duduk di hadapan Daru Sulistyo, ia langsung bercerita
heboh. ‘’Alhamdulillah, Pak, bener. Dagangan saya laris sejak saya ikuti
cerita di buku Bapak. Setiap dagang, biarpun sedikit, saya sisihkan
hasilnya untuk sedekah. Nih, saya mau bayar sekolah anak saya,’’ kata si
ibu dengan lagak gaya. ‘’Alhamdulillah, saya turut senang, Bu. Semoga
Ibu tetap rajin bersedekah sehingga usahanya maju lancar,’’ ucap Daru
sambil tersenyum. Ia turut bahagia, biasa membahagiakan keluarga muridnya yang tadinya kesusahan.

Daru sendiri juga sudah membuktikan buku Dahsyatnya Sedekah terbitan PPPA Daarul Qur’an yang sudah tamat dibacanya. Ketika Reza Arfirstyo, anak
pertamanya, diterima di SMA XVI Bekasi yang termasuk sekolah unggul,
Daru berjanji kalau ada rejeki akan membelikannya sepeda motor Revo buat
sekolah. Ketika ada uang buat membayar DP (uang muka) Revo kreditan,
Reza justru lebih perlu untuk membayar kursus bimbingan belajar. Gagal
lah rencana mengambil motor kredit. Teringat pada kisah dalam Dahsyatnya
Sedekah, Daru berunding dengan istrinya, Farida Ariawati, untuk
menyedekahkan motor lama yang biasa mereka pakai. ‘’Keponakan kita yang
yatim, butuh motor untuk tranportasi sekolah.

Bagaimana kalau motor kita sedekahkan buat dia,’’ kata Daru, yang disetujui sang istri. Tak terlukiskan bahagianya keponakan, mendapat motor matic yang sesuai dengan impiannya.Apalagi motor itu masih terawat apik, meskipun
usianya sudah cukup lama. Tak sampai sebulan kemudian, Daru mendapat
telepon dari petugas Bank DKI. ‘’Selamat ya Pak, nomor tabungan Bapak
menang undian berhadiah sepeda motor.

Silakan besok datang ke kantor kami,’’ kata si penelepon sambil memberikan alamat kantor cabang bank dan person yang harus ditemui di sana. Untuk make sure, Daru rembugan dengan istrinya. ‘’Kalau dia menyuruh datang dan menemui seseorang, kayaknya benar, Yah. Tapi kalau dia minta transfer uang ini,itu, nah baru penipuan,’’ kata Ny Farida kepada suaminya. Esoknya, Daru
datang ke kantor bank DKI dan menemui orang dimaksud. Ternyata benar,
Daru memang mendapat hadiah sebuah sepeda motor.

‘’Padahal, tabungan saya tidak banyak-banyak amat,’’ katanya senang sekaligus heran. Dan yang membuat Daru sekeluarga sangat surprised, motor hadiah yang mereka terima ternyata Honda Revo. Persis seperti yang diinginkan Reza.
‘’Subhanallah, Alhamdulillah, sedekah memang tidak akan kemana-mana.
Pasti balik ke kita lagi dengan yang lebih baik,’’ Daru berucap syukur.

(aya hasna)