Rabu, 18 Januari 2012

Ikhlaskan 150.000 Rupiah, Istriku Mengandung Anak Pertama Kami


Assalammu'alaikum Wr. Wb. Pengalaman ini saya dapatkan baru 4,5 bulan yang lalu. dan saya harap kejadian ini bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca. Cerita ini bener bener nyata dan tidak satupun yang BOHONG. Cerita ini berawal saat salah seorang Mantan murid SMP saya datang ke rumah kontrakan untuk meminjam uang. Dia bercerita banyak hal dan kesulitan yang dia hadapi saat itu, Sebut saja namanya Dani. Dani bercerita bahwa dia harus membiayai biaya rumah sakit adiknya padahal 5 bulan lagi dia akan menikah dan harus batal pernikahan tersebut karena tidak ada uang. Pada saat itu tertangkap sinyal bahwa dia bohong. Saya pun berusaha untuk cari alasan agar tidak tertipu dengan ceritanya. Saat itu saya mengulur waktu agar menunggu istri saya yang masih bekerja. Dan saat pulang, Istri saya tidak menyetujui Dani untuk meminjam uang sebesar 750 rb, tapi istri saya hanya sanggup meminjami 150 rb. Dani saat itu menerima pinjaman tersebut dan berjanji mengembalikan tanggal 10 Februari 2011. Di saat Dani pulang, saya bilang ke istri saya bahwa saya melihat Dani menipu kita. Tapi istri saya bilang agar kita gak boleh Su Udzon ma orang. Tapi saya yakin bahwa tebakan saya benar. Pada akhirnya tanggal 10 februari 2011, Dani tidak muncul untuk kembalikan pinjaman tersebut, sampai seminggu berikutnya dia juga gak muncul. Akhirnya saya datangi rumahnya dan menanyakan langsung perihal pinjaman tersebut. Astaghfiirullah,,,,,,ternyata tidak 1 pun cerita yang dia ucapkan benar. Dani ternyata bohong semua. Bahkan teganya Dani memfitnah ibunya sendiri bahwa selama ini Dani yang biayai kebutuhan rumah tangganya. Dan durhakanya lagi, hal bohong itu disebarkan ke seluruh kampung. Saat itu, saya benar benar tidak menyangka Dani bisa seperti itu. Ibunya menjelaskan bahwa semua biaya rumah tangga dan biaya rumah sakit adiknya adalah uang dari ibunya. Dani malah tidak mau tahu. Melihat seperti itu, hati saya berkata "IKHLASKAN 150.000 rupiah itu". Dengan ikhlas, saya anggap Dani LUNAS hutangnya. Ketika itu, ibunya minta maaf atas perbuatan Dani. Dan saya pun memafkannya. Saat saya pulang, saya ceritakan kejadian tersebut. Dan istri saya benar benar tidak marah dan bilang "Yo wis lah, ikhlaskan saja. Pasti kita dapat yang lebih banyak kok". Mendengar hal itu, saya juga lega. Selanjutnya setelah kejadian itu, 2 minggu berselang, saya melihat istri saya mulai muntah muntah dan saya agak khawatir. Lalu saya anjurkan istri saya untuk beli alat tes kehamilan dan hasilnya POSITIF. Tapi saya masih belum puas jika belum di USG. Kami pun pergi ke Dokter Spesialis untuk lebih meyakinkan dugaan kami. Dan ALHAMDULILLAH YAA ROBB, Istri saya hamil dan di Monitor USG ada janin yang sedang tumbuh. Saat ini usia kandunganya masuk ke bulan ke 5. Disini, saya dan istri memohon doa dari PEMBACA agar istri bisa LANCAR dalam persalinan dan anak saya bisa lahir NORMAL dan bisa selamat semuanya. Amiiinnnn YAA ROBB
Di sadur dari www.wisatahati.com

Kamis, 12 Januari 2012

Mereka yang terlupakan oleh kita.........

Santunan Kepada Mbah Sangkarjo


Santunan kepada mbah surip

Santunan kepada mbah Tukiran

Santunan Kepada Mbah Wiji Sukaji

Santunan Kepada Mbah Sukamto
Bersama Ketua RT 05 Bapak Kuswandi
Poso, Rabu 29 Desember 2011
Mbah Surip (90 th), mbah Tukiran (81 th), mbah Wiji sukaji (72 th), mbah Sukamto (70 th) dan mbah Sangkarjo (82 th), adalah warga yang tinggal di kel. Gebangrejo yang pada hari rabu, 29 desember 2011 Alhamdulillah kami dari LAZISH AMANATUL UMMAH diberikan kesempatan oleh Allah 'Azzawajalla menyalurkan dana yang kami terima dari para donator dalam bentuk santunan insidental yang berupa paket sembako.
Kegiatan santunan dimulai pada jam 10.30 siang  waktu setempat dengan pengurus LAZISH yang lain kami berangkat dari kantor, menuju rumah pak Roso selaku imam di masjid Nurul yaqin, untuk turut serta dalam pemberian santunan kapada mbah Surip, mbah Tukiran dan mbah Wiji sukaji. Kalau melihat dari keterangan usia dari mbah-mbah tersebut dapat kita simpulkan bahwa mereka adalah para lansia yang sudah tidak mampu lagi bekerja hanya mengharapkan uluran tangan dari sang anak-anak  atau kapada lembaga-lembaga yang bergerak dibidang sosial sebagaimana halnya LAZISH AMANATUL UMMAH. “bapak sudah tidak mampu bekerja apa-apa nak, karena nafasnya sudah tidak kuat lagi, untuk jalan 200 meter ke mushola saja harus istirahat berkali-kali”.tutur mbah Ratinah mengenai kondisi sang suami (mbah Wiji sukaji) saat kami berkunjung kerumahnya. Yah dari penjelasan warga yang tinggal disekitar rumah mbah wiji sukaji, menjelaskan kepada petugas LAZISH bahwa Mbah Wiji rajin ke mushola. Sholat lima waktunya dikerjakan di mushola. “mbah Wiji itu kalo pergi sholat mesti istirahat dulu sambil ngurut dadanya agar bisa sampai di mushola,” ujar warga yang menjadi jama'ah tetap mushola tersebut. Begitu bersemangatnya mbah Wiji dalam melaksanakan perintah Allah yaitu sholat meski kondisinya  sudah membolehkan ia untuk melaksanakan sholat di rumah saja.
Setelah kami menyantuni ke tiga mbah tersebut, kami meneruskan kegiatan santunan disore hari. Tepatnya ba'da ashar kami bergegas menuju “rumah” mbah Sukamto Dengan di temani ketua R.T.05 dan mbah sangkarjo. Kami melihat kondisi tempat  tinggal mbah Sukamto dan anak-anak nya, yang jauh sekali kalau di sebut rumah. Karena hanya berdinding seng dan beratap daun rumbia, yang menempel dibangunan bekas orang cina yang telah ditinggal pergi saat kerusuhan, dan yang lebih menyedihkan lagi berlenterakan pelita. Nasib malang bagi mbah Sukamto yang pencaharian nya sebagai pemulung. Setelah kami jelaskan sedikitnya mengenai kedatangan kami, mbah Sukamto dan sekeluarga  merasa senang karena mendapatkan bantuan yang tidak disangka-sangka. Tak lupa juga kami meminta kepada mbah-mbah yang kami santuni untuk mendoakan para donator agar diberikan rizki yang lebih oleh Allah dan kami minta untuk tetap ingat kepada Allah dalam hidup kita di dunia ini.
Akhirnya kami dari pengurus LAZISH AMANATUL UMMAH mengucapkan jazakumullah dan terimakasih banyak kepada segenap donatur, yang mana dengan donasi yang telah diberikan ke lembaga kami menjadi perantara hubungan yang harmonis antar saudara kita seagama yang bernasib malang. Semoga dengan doa yang mereka panjatkan saat menerima santunan, dapat membuka pintu-pintu rezki yang lain yang telah Allah tetapkan untuk kita, Amiin.

YATIM BAHAGIA ANDA MASUK SURGA

Pengurus LAZISH bersama Anak Yatim Di Lembaga Hidayatillah

Poso, 27 Desember 2011
Selasa sore yang cerah 27 desember 2011 alhamdulillah syukur kita panjatkan kepada Allah 'Azzawajalla yang telah memberikan kesempatan kepada petugas LAZISH  AMANATUL UMMAH untuk berkunjung ke Yayasan Hidayatullah cabang Poso dalam rangka memberikan santunan kepada dua santri yang bernama Darwan (14 th) dan Bahri (14 th).
Sebelum menyerahkan santunan, dari petugas  LAZISH  AMANATUL UMMAH mengajak bincang- bincang dengan dua santri tersebut. Perbincangan memakan waktu ±setengah jam dan buah dari perbincangan  dengan dua santri Hidayatullah itu membuahkan data lengkap mereka berdua. Yang pertama; Darwan santri berprestasi di kelas dua sekolah MTs. Poso kota yang pada tahun ini menempati rangking III dari teman-temannya. Meskipun Pelo (sang Ayah) telah meninggal dunia pada saat Darwan usia TK , dan Nadira (sang ibu) hanya berjualan nasi kuning di pasar sentral Poso, darwan tidak minder dihadapan teman-temannya dalam meraih prestasi. karena prestasi, bisa diraih bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh dalam belajar meski berstatus yatim. Yang kedua; Bahri (dua SMP) anak dari pasangan Baharuddin dan Maryamah yang tinggal di ponju, Donggala. Sudah 4 th Bahri ditinggal oleh kedua orangtuanya tanpa ada kabar yang jelas hanya dititip begitusaja di yayasan Hidayatullah. “saya tidak tahu dimana ibu dan bapak saya berada selama 4 th…”ujar Bahri dengan nada sedih saat ditanya keberadaan kedua orangtuanya oleh petugas LAZISH AMANATUL UMMAH.Sungguh tega hati orangtua Bahri yang menelantarkan anaknya. Padahal anak adalah titipan dari Ilahi yang akan diminta pertanggung jawabannya kelak dihari kemudian dan simpanan yang berharga jika ia menjadi anak yang sholeh harapan bagi kita semua  nanti di alam baka.
Dengan ditemani Salah satu pengurus di yayasan Hidayatullah kami dari LAZISH  AMANATUL UMMAH menyerahkan santunan sekaligus melakukan dokumentasi dengan Bahri dan Darwan secara bergantian. Senyum pun terukir tanda kebahagiaan mereka berdua setelah lama tidak mendapatkan perhatian dari orangtua mereka. Kami dari LAZISH  AMANATUL UMMAH mengucapkan Jazakumullah khoiron terimakasih banyak kepada seluruh donatur atas donasi yang diberikan semoga dengan senyum mereka berdua menjadi tabungan kebaikan ibu bapak sekalian yang tak ternilai harganya diakherat kelak,  Amiin ya Robbal 'Alamin.