Assalammu'alaikum Wr. Wb. Pengalaman ini saya dapatkan baru 4,5 bulan yang lalu. dan saya harap kejadian ini bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca. Cerita ini bener bener nyata dan tidak satupun yang BOHONG. Cerita ini berawal saat salah seorang Mantan murid SMP saya datang ke rumah kontrakan untuk meminjam uang. Dia bercerita banyak hal dan kesulitan yang dia hadapi saat itu, Sebut saja namanya Dani. Dani bercerita bahwa dia harus membiayai biaya rumah sakit adiknya padahal 5 bulan lagi dia akan menikah dan harus batal pernikahan tersebut karena tidak ada uang. Pada saat itu tertangkap sinyal bahwa dia bohong. Saya pun berusaha untuk cari alasan agar tidak tertipu dengan ceritanya. Saat itu saya mengulur waktu agar menunggu istri saya yang masih bekerja. Dan saat pulang, Istri saya tidak menyetujui Dani untuk meminjam uang sebesar 750 rb, tapi istri saya hanya sanggup meminjami 150 rb. Dani saat itu menerima pinjaman tersebut dan berjanji mengembalikan tanggal 10 Februari 2011. Di saat Dani pulang, saya bilang ke istri saya bahwa saya melihat Dani menipu kita. Tapi istri saya bilang agar kita gak boleh Su Udzon ma orang. Tapi saya yakin bahwa tebakan saya benar. Pada akhirnya tanggal 10 februari 2011, Dani tidak muncul untuk kembalikan pinjaman tersebut, sampai seminggu berikutnya dia juga gak muncul. Akhirnya saya datangi rumahnya dan menanyakan langsung perihal pinjaman tersebut. Astaghfiirullah,,,,,,ternyata tidak 1 pun cerita yang dia ucapkan benar. Dani ternyata bohong semua. Bahkan teganya Dani memfitnah ibunya sendiri bahwa selama ini Dani yang biayai kebutuhan rumah tangganya. Dan durhakanya lagi, hal bohong itu disebarkan ke seluruh kampung. Saat itu, saya benar benar tidak menyangka Dani bisa seperti itu. Ibunya menjelaskan bahwa semua biaya rumah tangga dan biaya rumah sakit adiknya adalah uang dari ibunya. Dani malah tidak mau tahu. Melihat seperti itu, hati saya berkata "IKHLASKAN 150.000 rupiah itu". Dengan ikhlas, saya anggap Dani LUNAS hutangnya. Ketika itu, ibunya minta maaf atas perbuatan Dani. Dan saya pun memafkannya. Saat saya pulang, saya ceritakan kejadian tersebut. Dan istri saya benar benar tidak marah dan bilang "Yo wis lah, ikhlaskan saja. Pasti kita dapat yang lebih banyak kok". Mendengar hal itu, saya juga lega. Selanjutnya setelah kejadian itu, 2 minggu berselang, saya melihat istri saya mulai muntah muntah dan saya agak khawatir. Lalu saya anjurkan istri saya untuk beli alat tes kehamilan dan hasilnya POSITIF. Tapi saya masih belum puas jika belum di USG. Kami pun pergi ke Dokter Spesialis untuk lebih meyakinkan dugaan kami. Dan ALHAMDULILLAH YAA ROBB, Istri saya hamil dan di Monitor USG ada janin yang sedang tumbuh. Saat ini usia kandunganya masuk ke bulan ke 5. Disini, saya dan istri memohon doa dari PEMBACA agar istri bisa LANCAR dalam persalinan dan anak saya bisa lahir NORMAL dan bisa selamat semuanya. Amiiinnnn YAA ROBB Di sadur dari www.wisatahati.com |
Rabu, 18 Januari 2012
Ikhlaskan 150.000 Rupiah, Istriku Mengandung Anak Pertama Kami
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar